Pengaruh Seni Kolase Dengan Memanfaatkan Bonggol Sayur Sawi Terhadap Perkembangan Kreativitas Anak Usia Dini
Keywords:
Kreativitas, Anak Usia Dini, Bonggol Sayur SawiAbstract
Tujuan: Penelitian bertujuan mengamati dan menganalisis pengaruh seni kolase dengan memanfaatkan bonggol sayur sawi terhadap perkembangan kreativitas anak usia dini di TK Kumara Sari 1 Penarungan. Secara spesifik, penelitian mengkaji bagaimana aktivitas seni kolase dapat meningkatkan keterampilan motorik halus, kreativitas, serta daya imajinasi anak-anak dalam mengeksplorasi bahan-bahan alam yang sering dianggap sebagai limbah.
Metode penelitian: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experiment). Desain penelitian menggunakan pretest-posttest control group design, kelompok eksperimen akan diberikan perlakuan berupa kegiatan seni kolase menggunakan bonggol sayur sawi, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan tersebut. Subjek penelitian adalah anak-anak usia dini di TK Kumara Sari 1 Penarungan yang dibagi menjadi dua kelompok secara acak. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi perkembangan kreativitas anak sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data dilakukan dengan uji statistik untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
Temuan: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam perkembangan kreativitas anak pada kelompok yang mengikuti kegiatan seni kolase menggunakan bonggol sayur sawi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Anak-anak yang terlibat dalam aktivitas menunjukkan peningkatan dalam hal keterampilan motorik halus, kemampuan menggabungkan berbagai bentuk dan tekstur, serta kemampuan untuk berpikir kreatif dan imajinatif. Kegiatan ini juga memperkenalkan anak pada konsep keberlanjutan dan pemanfaatan limbah organik sebagai media berkesenian.
Implikasi: Kegiatan seni kolase dengan memanfaatkan bahan-bahan alam seperti bonggol sayur sawi dapat dijadikan salah satu metode yang efektif untuk mengembangkan kreativitas anak usia dini. Penggunaan bahan alami yang sering dianggap sebagai limbah juga dapat mengajarkan anak tentang pentingnya keberlanjutan dan cinta lingkungan sejak dini.
References
Abimanyu, S., & Sulo, L. L. (2008). Pembelajaran. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.
Ali, M., & Asrori, M. (2017). Pengembangan Seni Anak Usia Dini. Bandung.
Bundu. (2006). Penilaian Keterampilan Proses dan Sikap Ilmiah dalam Pembelajaran Sains. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Craft, A. (2003). The limits to creativity in education: Dilemmas for the educator. British Journal of Educational Studies, 51(2), 113-127.
Dewi, A., & Mariani, T. (2020). Efektivitas Penggunaan Limbah Organik dalam Kegiatan Kolase terhadap Pengembangan Kreativitas Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(2), 150-162.
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Direktorat Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Direktorat Ketenagaan Perguruan Tinggi. Jakarta.
Duffy, B. (2006). Supporting Creativity and Imagination in the Early Years. Open University Press.
Fatmala, R., & Hartati, T. (2020). Pendidikan Anak Usia Dini dan Pengembangan Anak. Bandung: Alfabeta.
Fatmala, Y., & Hartati, S. (2020). Pengaruh membatik ecoprint terhadap perkembangan kreativitas seni anak di taman kanak-kanak. Jurnal Pendidikan Tambusai, 4(2), 1143–1155. https://doi.org/10.31004/jptam.v4i2.577
Halimah, L. (2021). Kreativitas Anak Usia Dini dan Cara Pengembangannya. Jakarta: Prenada Media Group.
Hassan, A. (2019). Media Pembelajaran Kreatif dan Inovatif. Yogyakarta: Deepublish.
Hidayatunisa. (2010). Pedoman Pengembangan Pembelajaran untuk Kurikulum Taman Kanak-kanak. Skripsi PDSD UNNES. Semarang: Kementerian Pendidikan Nasional.
Hurlock, E. B. (2002). Child Development (6th ed.). New York: McGraw-Hill.
Ismaniar, I., et al. (2018). Kreativitas Anak Usia Dini. Jakarta: Kencana.
Ismaniar, Jamaris, & Wisroni. (2018). Pentingnya pemahaman orang tua tentang karakteristik pembelajaran AUD dalam penerapan model environmental print berbasis keluarga. KOLOKIUM Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 6(2). DOI: 10.5281/zenodo.1465447
Juniari, W., Ni, dkk. (2016). Penerapan metode demonstrasi melalui kegiatan mencetak bebantuan bahan alam untuk meningkatkan perkembangan motorik halus.
Maisyroh, N. (2016). Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Kelompok A Melalui Kegiatan Kolase di Raudhatul Athfal Miftahul Ulum Sukorejo Pasrujambe Kabupaten Lumajang Tahun Pelajaran 2015/2016. Skripsi tidak dipublikasikan, Universitas Jember.
Mariani, T. (2020). Pemanfaatan Limbah Organik dalam Pembelajaran Kolase. Surabaya: Unesa Press.
Muharrar, S., & Verayanti, S. (2013). Kolase, Montase, dan Mozaik. Jakarta.
Mursyid, R., & Rahayu, T. (2020). Teknik Kolase dalam Pengembangan Kreativitas Anak Usia Dini. Bandung: Alfabeta.
Nurwati, N. (2021). Aktivitas Kolase dalam Pengembangan Kreativitas Anak Usia Dini. Malang: UB Press.
Rachmawati, Y., & Kurniati, E. (2010). Strategi Pengembangan Kreativitas pada Anak Usia Dini. Jakarta: Kencana.
Rachmawati, Y., & Kurniati, E. (2015). Pengaruh Kegiatan Seni Kolase terhadap Kreativitas Anak Usia Dini. Jakarta: Kencana.
Rahmadhan, S. (2017). Pengaruh aktivitas bermain menggunakan bahan alam terhadap kemampuan anak. Jurnal Studi, 1(1).
Ramli. (2010). Faktor pendukung dan penghambat kreativitas anak. Cahaya Edukasi, 2(1).
Riduwan. (2009). Belajar Penelitian dengan Mudah untuk Guru, Karyawan, dan Peneliti Pemula. Bandung: ABC.
Rinaldi, D. (2018). Pembelajaran Seni dan Kreativitas Anak Usia Dini. Jakarta: Rajawali Pers.
Robinson, K. (2011). Out of Our Minds: Learning to Be Creative. West Sussex: Capstone.
Samsudin. (2008). Pembelajaran Motorik di Taman Kanak-kanak. Jakarta: Prenada Media Group.
Sari, I. Y. (2017). Pengaruh alat permainan edukatif bahan alam terhadap perkembangan anak usia dini. Jurnal Studi Kuantitatif di PAUD Harapan Kabupaten Karawang.
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sumanto. (2005). Pengembangan Kreativitas Seni Rupa Anak TK. Jakarta.
Susanto, A. (2011). Perkembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Kencana.
Susanto, A. (2012). Perkembangan Anak pada Usia Dini (Cet. 2). Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Suryani, N. (2018). Penggunaan bahan alami dalam pembelajaran seni untuk meningkatkan kreativitas anak. Jurnal Ilmu Pendidikan, 7(4), 223-235.
Suyanto, S. (2005). Dasar-dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Yogyakarta: Hikayat Publishing.
Syaavaliani, et al. (2016). Upaya meningkatkan kemampuan motorik halus melalui kegiatan mencetak menggunakan media bahan alam.
Tridjata, C. (2007). Metode Pengembangan Seni. Jakarta: Universitas Terbuka.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003. (2014). Tentang Sisdiknas. Jakarta: Citra Umbara.
Utami, S. U. P. (2014). Meningkatkan Kreativitas Melalui Bermain Seni Membentuk Bebas Terarah. Skripsi, Universitas Negeri Yogyakarta.








