Pemberdayaan Fungsi Masjid Sebagai Pusat Edukasi dan Literasi Keagamaan Masyarakat di Islamic Center Gontor, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo

Authors

  • lpm unida lpm University of Darussalam Gontor image/svg+xml
  • Chusnul Indah Lupita Sari Hukum Ekonomi Syariah, Syariah, Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo, Indonesia
  • Muhammad Nur Hakim Ilmu Qur’an dan Tafsir, Ushuluddin, Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo, Indonesia
  • Sulaiman Zaky Tuasika Ilmu Qur’an dan Tafsir, Ushuluddin, Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo, Indonesia
  • Hammad Satryadinejad Ilmu Qur’an dan Tafsir, Ushuluddin, Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58982/jswe.v4i3.882

Keywords:

Pemberdayaan Masjid, Literasi Keagamaan, Edukasi Islam, Partisipasi Masyarakat, Islamic Center Gontor

Abstract

Masjid memiliki peran strategis dalam pembangunan peradaban Islam, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan literasi keagamaan. Namun dalam praktiknya, banyak masjid yang belum menjalankan fungsi tersebut secara optimal. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan fungsi masjid sebagai pusat edukasi dan literasi keagamaan masyarakat melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR). Kegiatan dilakukan di Islamic Center Gontor, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, dengan melibatkan takmir, guru TPQ, remaja masjid, dan jamaah sebagai mitra utama. Metode pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara, FGD, angket, serta pre-test dan post-test. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam jumlah kegiatan edukatif berbasis masjid serta peningkatan pemahaman keagamaan peserta sebesar 40,9%. Selain itu, tersusun pula modul literasi keagamaan sebagai luaran pendukung keberlanjutan program. Pengabdian ini menegaskan bahwa masjid memiliki potensi besar sebagai lembaga pendidikan komunitas dan sarana transformasi sosial. Temuan ini memberi kontribusi teoritis terhadap model pemberdayaan masjid berbasis komunitas serta dapat direplikasi di wilayah lain dengan konteks serupa.

References

Azra, A. (2012). Islam Substantif: Agar Umat Tidak Terjebak Formalisme. Mizan.

Kemmis, S., McTaggart, R., & Nixon, R. (2014). The Action Research Planner: Doing Critical Participatory Action Research. Springer.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Rahardjo, D. (2008). Masjid sebagai Basis Pendidikan Masyarakat. LP3ES.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Zarkasyi, H. (2021). Islamisasi Pendidikan dan Tantangan Globalisasi. Tsaqafah, 17(2), 203–222.

Arifin, M., & Hidayat, T. (2020). Revitalisasi fungsi masjid sebagai pusat pendidikan masyarakat. Jurnal Sosial Humaniora, 11(2), 145–158. https://doi.org/10.30997/jsh.v11i2.2989

Fikri, M., & Wahid, A. (2020). Peran Masjid dalam Pendidikan Islam: Telaah Fungsi Masjid dalam Masyarakat Muslim Modern. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 8(2), 115–130.

Fauzi, A., & Nuryatin, M. (2021). Penguatan literasi keagamaan melalui pelatihan guru TPQ berbasis masjid. Jurnal Tarbiyah Islamiyah, 6(1), 44–53. https://doi.org/10.21043/jti.v6i1.11294

Hidayatullah, A. (2018). Literasi Keagamaan sebagai Pilar Pendidikan Islam. Tarbiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam, 7(1), 45–56.

Hasan, M. (2019). Literasi Keagamaan dalam Masyarakat Multikultural. Jurnal Sosial Keagamaan, 11(1), 77–92.

Maksum, H. (2021). Partisipasi masyarakat dalam pemberdayaan masjid: Studi model pengabdian berbasis komunitas. Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani, 3(2), 67–75. https://doi.org/10.33086/jpmm.v3i2.1974

Zainuddin, M. (2022). Masjid sebagai pusat transformasi sosial dan pendidikan karakter umat. Jurnal Studi Islam dan Kemasyarakatan, 9(1), 89–101. https://doi.org/10.15408/jsik.v9i1.27780

Published

2025-07-29

How to Cite

Pemberdayaan Fungsi Masjid Sebagai Pusat Edukasi dan Literasi Keagamaan Masyarakat di Islamic Center Gontor, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo . (2025). Journal of Social Work and Empowerment, 4(3), 213-220. https://doi.org/10.58982/jswe.v4i3.882