Penguatan Nilai-Nilai Sosial Keislaman Berbasis Komunitas Melalui Kegiatan Bersih Desa dan Tabligh Akbar di Desa Slahung, Ponorogo

Authors

  • lpm unida lpm University of Darussalam Gontor image/svg+xml
  • Muhammad Irkham Firdaus Hukum Ekonomi Syariah, Syariah, Univeristas Darussalam Gontor, Ponorogo, Indonesia
  • M. Aqil Zhafran Research group, Univeristas Darussalam Gontor, Ponorogo, Indonesia
  • Ghulam Mushthofa Research group, Univeristas Darussalam Gontor, Ponorogo, Indonesia
  • Hafiz Aqila Research group, Univeristas Darussalam Gontor, Ponorogo, Indonesia
  • Ahmad Dayyan Research group, Univeristas Darussalam Gontor, Ponorogo, Indonesia
  • Ahmad Muwahid Research group, Univeristas Darussalam Gontor, Ponorogo, Indonesia
  • Brilliant Daffa Research group, Univeristas Darussalam Gontor, Ponorogo, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58982/jswe.v4i3.883

Keywords:

Pengabdian Masyarakat, Nilai Sosial Islam, Partisipasi Komunitas, Bersih Desa, Tabligh Akbar, Desa Slahung

Abstract

Nilai-nilai sosial keislaman seperti gotong royong, ukhuwah Islamiyah, kepedulian sosial, dan partisipasi keagamaan merupakan fondasi penting dalam kehidupan masyarakat muslim, khususnya di lingkungan pedesaan. Namun, arus individualisme dan melemahnya tradisi sosial mulai mengikis nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Program pengabdian ini bertujuan untuk menguatkan kembali nilai-nilai sosial keislaman melalui kegiatan Bersih Desa dan Tabligh Akbar di Desa Slahung, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, dengan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Kegiatan ini diselenggarakan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor selama satu bulan, meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan. Teknik pengumpulan data mencakup observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, penyebaran angket, dan FGD. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek gotong royong (dari skor 60 menjadi 85), ukhuwah Islamiyah (58 menjadi 84), kepedulian sosial (55 menjadi 82), dan partisipasi keagamaan (57 menjadi 83).Pengabdian ini memberikan kontribusi praktis terhadap revitalisasi nilai sosial berbasis Islam dan kontribusi teoritis terhadap pengembangan model pemberdayaan masyarakat berbasis tradisi lokal yang Islami. Model ini dapat direplikasi pada konteks sosial budaya serupa guna mendukung pembangunan masyarakat berbasis nilai-nilai Islam.

References

Furqon, A. (2020). Islamisasi dari Bawah: Model Transformasi Sosial Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa, 12(1), 22–34.

Hidayat, A. (2019). Nilai-Nilai Sosial Islam dalam Masyarakat Pedesaan: Studi Sosiologis. Tarbiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam, 8(2), 55–67.

Imron, A. (2021). Islam Sebagai Agama Sosial: Dimensi Sosial dalam Ibadah. Jurnal Sosial Keagamaan dan Dakwah, 9(1), 45–59.

Wijaya, H., & Nisa, K. (2020). Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Nilai Islam melalui Pendekatan Participatory Action Research. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (ABDI), 2(2), 110–120. https://doi.org/10.21831/abdi.v2i2.31240

Nurhalimah, R., & Fadillah, M. (2021). Revitalisasi Nilai Sosial Keagamaan melalui Tradisi Lokal dalam Perspektif Dakwah Kultural. Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam, 15(1), 35–49. https://doi.org/10.21093/jdpi.v15i1.2850

Rahmawati, D., & Syamsul, M. (2021). Pergeseran Nilai Sosial Keagamaan di Era Modern: Tantangan dan Strategi Revitalisasi. Jurnal Sosiologi Agama, 6(1), 45–60.

Zamroni, Z. (2018). Tradisi Bersih Desa sebagai Media Dakwah Kultural. Jurnal Komunikasi dan Penyuluhan Islam, 4(2), 101–115.

Published

2025-07-29

How to Cite

Penguatan Nilai-Nilai Sosial Keislaman Berbasis Komunitas Melalui Kegiatan Bersih Desa dan Tabligh Akbar di Desa Slahung, Ponorogo. (2025). Journal of Social Work and Empowerment, 4(3), 221-226. https://doi.org/10.58982/jswe.v4i3.883