Sosialisasi Kesehatan dan Pemeriksaan Medis Sebagai Upaya Preventif Kesehatan Masyarakat di Desa Nailan, Kecamatan Slahung

Penulis

  • Yusa Amin Nurhuda Pendidikan Kedokteran, Kedokteran, Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo, Indonesia
  • Dzaky valanda bifado Universitas Darussalam Gontor image/svg+xml
  • Mohammad Nasril Anwar Ar-rijal Kesehatan Keselamatan Kerja, Ilmu Kesehatan, Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo Indonesia
  • Syauqi dhiyaul haq Pendidikan Agama Islam, Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo, Indonesia
  • Muhammad Nazih Harahap Pendidikan Agama Islam, Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo, Indonesia
  • Mohamad Wisnu Aji Pambayun Pendidikan Agama Islam, Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo, Indonesia
  • Fathan Fauzan Alhakim Hubungan Internasional. Humaniora, Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo, Indonesia
  • Yogi Banar Sasongko Lembaga Pengabdian Masyarakat, Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58982/jswe.v4i2.827

Kata Kunci:

lansia, medical check-up, edukasi kesehatan, pedesaan, Participatory Action Research (PAR)

Abstrak

Kesehatan lansia menjadi isu penting di wilayah pedesaan yang sering terabaikan akibat terbatasnya akses layanan medis dan minimnya edukasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi kesehatan lansia di Desa Nailan melalui kegiatan medical check-up dan edukasi kesehatan berbasis partisipatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode Participatory Action Research (PAR) dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, pemeriksaan tekanan darah menggunakan sphygmomanometer digital Omron HEM-7120, pengukuran gula darah dengan glukometer Accu-Chek Performa, wawancara semi-terstruktur, serta penyuluhan kesehatan oleh tim medis dari RS Yasfin UNIDA Gontor. Hasil menunjukkan bahwa 65% lansia mengalami hipertensi, 40% memiliki kadar gula darah di atas normal, 55% mengeluhkan nyeri sendi kronis, dan 30% mengalami gangguan psikososial. Edukasi kesehatan yang dilakukan secara langsung dan interaktif terbukti meningkatkan kesadaran, motivasi, serta partisipasi lansia dalam menjaga kesehatan secara mandiri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan terpadu melalui pemeriksaan medis dan edukasi berbasis komunitas mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup lansia. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan perlunya program kesehatan berkelanjutan yang melibatkan kader kesehatan desa untuk pemantauan rutin dan pemberdayaan masyarakat secara sistematis.

Referensi

Dahlan, A. K., Umrah, A. S., & Abeng, T. (2018). Kesehatan Lansia: Kajian Teori Gerontologi dan Pendekatan Asuhan pada Lansia. Malang: Intimedia.

Dewi, R. D. C. (2021). Sosialisasi Informasi dan Komunikasi Jaminan Kesehatan BPJS dalam Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Lansia. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan, 7(1).

Handayani, L., Putri, S., & Nugroho, B. (2024). Psychosocial Health of Elderly in Rural Communities: Challenges and Interventions. Journal of Aging Studies, 19(1).

Kasrida, D. A., Umrah, A. S., & Abeng, T. (2018). Kesehatan Lansia: Kajian Teori Gerontologi dan Pendekatan Asuhan pada Lansia. Malang: Intimedia.

Lestari, D., et al. (2022). Community-Based Health Education and Its Impact on Lifestyle Changes Among the Elderly. Journal of Public Health Research, 14(2).

Ministry of Health Indonesia. (2023). Elderly Health Services in Rural Areas: Challenges and Solutions.

Nugroho, D., et al. (2024). Sustainability of Community-Based Health Programs for Elderly in Rural Areas: A Case Study in Indonesia. Rural Health Journal, 15(1).

Prasetyo, W., et al. (2023). Hypertension Among the Elderly in Rural Indonesia: A Cross-Sectional Study. Indonesian Journal of Cardiology, 12(2).

Rahmadani, A., & Yusri, H. (2022). Undiagnosed Diabetes in Rural Elderly Populations: Implications for Healthcare Strategies. International Journal of Endocrinology Research, 10(4).

Rahmawati, F., & Suryani, R. (2022). Effectiveness of Interactive Health Education for Elderly in Rural Communities. International Journal of Health Promotion, 9(4).

Rahmawati, S., et al. (2024). Impact of Preventive Health Programs on Elderly Well-being in Indonesia. Journal of Public Health Research, 12(1).

Rekawati, E., & Puspadewi, A. A. A. R. (2016). Depresi Berhubungan dengan Kualitas Hidup Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha di Jakarta. Jurnal Keperawatan Indonesia, 19(2).

Sari, D., et al. (2023). Osteoporosis and Nutritional Deficiencies Among Elderly Women in Rural Areas. Journal of Bone Health, 8(3).

Sari, M., et al. (2024). Spreading Health Awareness: The Ripple Effect of Community Health Education Programs. International Journal of Rural Health Studies, 16(1).

Triyono, H. G., & Purwaningsih, E. (2019). Pembinaan Kesehatan Lansia Melalui Peran Kader Lansia di Posyandu Wredo Utomo Nogosari II Wukirsari Imogiri Bantul. Jurnal Pengabdian Kesehatan, 2(1).

Widodo, H., et al. (2023). Preventive Healthcare Strategies in Rural Communities: A Case Study. Indonesian Journal of Community Health, 8(2).

World Health Organization. (2022). Global Report on Aging and Health.

Yuniarti, R., & Sugiarto, B. (2023). The Role of Health Education in Increasing Utilization of Healthcare Services Among Rural Communities. Asian Journal of Healthcare Management, 12(4).

Unduhan

Diterbitkan

2025-05-18

Cara Mengutip

Sosialisasi Kesehatan dan Pemeriksaan Medis Sebagai Upaya Preventif Kesehatan Masyarakat di Desa Nailan, Kecamatan Slahung. (2025). Journal of Social Work and Empowerment, 4(2), 105-113. https://doi.org/10.58982/jswe.v4i2.827