Eksternalitas Sampah Lintas Wilayah dan Kegagalan Implementasi Ekonomi Biru: Studi Dampaknya terhadap Keberlanjutan Pariwisata Pesisir Pulau Pari
DOI:
https://doi.org/10.58982/jike.v3i3.1140Kata Kunci:
Ekonomi biru, Degradasi Mangrove, Pariwisata BerkelanjutanAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kegagalan implementasi prinsip ekonomi biru di wilayah pesisir akibat eksternalitas polusi lintas batas. Fokus kajian tertuju pada Pulau Pari yang mengalami penyusutan luas daratan akibat degradasi ekosistem mangrove yang dipicu oleh sampah kiriman dari Jakarta. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis data sekunder, penelitian menemukan bahwa akumulasi sampah anorganik menghambat regenerasi mangrove, yang mengakibatkan laju abrasi kritis. Dampaknya, luas pulau menyusut dari 40 hektar menjadi 30 hektar, yang secara langsung mengancam keberlanjutan mangrove pariwisata internasional sebagai aset ekonomi lokal. Rekomendasi penelitian menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan hulu-hilir dan penegakan hukum lingkungan di pusat pertumbuhan.
Referensi
-
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Ekonomi dan Keuangan

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.









