MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN KOLASE DAUN KERING DI TK TUNAS MEKAR I DALUNG KUTA UTARA
Kata Kunci:
Fine Motor Skills, Collage, Dry LeafAbstrak
Tujuan: Motorik halus adalah gerakan yang melibatkan otot-otot halus yang dapat menggerakkan jari jemari khususnya koordinasi mata dan tangan. Oleh karena itu motorik halus anak usia dini sangat penting untuk dikembangkan melalui kegiatan kolase daun kering. Observasi dilakukan di TK Tunas Mekar I Dalung menunjukkan bahwa kemampuan motorik anak masih kurang maksimal.
Metode penelitian: Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori Behavioristik dan Teori Konstruktivisme. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan.Teknik keabsahan data kualitatif menggunakan uji kredibilitas triangulasi.
Temuan: Penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan kolase daun kering dapat meningkatan kemampuan motorik halus anak di TK Tunas Mekar I Dalung Kuta Utara.
Implikasi: Untuk mengembangkan kemampuan motorik halus sebaiknya menggunakan media kolase dengan bahan alam, karena bahan mudah didapat di sekitar lingkungan kita.
Referensi
Aisyah, S. 2009. Perkembangan dan Konsep Dasar Pengembangan Anak Usia Dini. Jakarta : Universitas Terbuka
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Abdullah, Ridwan. (2015). Pembelajaran Saintifik untuk Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta: Bumi Aksara
Binti Rohmatin, Mujiburrahman Yunus, & Herman R. (2023). Penerapan Teknik Kolase Daun-Daunan Untuk Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Siswa Kelas II SD Negeri 36 Biring Ere. JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan, 1(2), 71–77. https://doi.org/10.58738/jkp.v1i2.75
Bogdan dan Taylor. (1975) dalam J. Moleong, Lexy. (1989). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Remadja Karya
Creswell, John W. 2010. Research Design : Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed.Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Depdiknas, 2007. Pedoman Pengembangan Fisik/Motorik Di Taman Kanak-kanak. Jakarta.
Desy Ayuningrum, 2017. Meningkatkan Ketrampilan Motorik Halus Anak Kelompok B Melalui Kolase Dengan Bahan Alam di TK Cordova Bojongsari Depok.
Dwi Wahyuni, 2015. Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Kolase Dengan Media Kertas Pada Anak B PAUD Genius Sukorejo Wetan Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung.
Fatimah Sumardiah, 2016. Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Kolase Daun Kering Pada Anak Usia 3-4 Tahun di PPT Mutiara Bunda Benowo Surabaya.
Gunarti, Winda, dkk (2008), Metode Pengembangan Perilakudan Kemampuan Dasar Anak Usia Dini. Jakarta: Universitas Terbuka.
Hurlock, Elizabeth B. 1978. Perkembangan Anak. Jakarta: Erlamgga
Miles, Matthew B. and A. Michael Huberman. 2005. Qualitative Data Analysis (terjemahan). Jakarta : UI Press.
Muharram E, 1992. Pendidikan Kesenian II Seni Rupa. Jakarta: Depdiknas
Muharrar,S dan Verayanti, S. 2013. Kreasi Kolase Montase, Mozaik Sederhana. Semarang: Esensi Airlanga Group.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini.
Ridwan. 2005. Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian. Bandung : Alfabeta
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta, CV
Sujiono, Yuliani Nurani. 2011. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: PT Indeks
Sukamti, Endang Rini. 2007. Perkembangan Motorik. Yogyakarta: UNY
Susanto, 2002. Pemanfaatan Kolase. Jakarta :Erlangga.
Suyadi 2009. Psikologi Belajar Paud. Yogjakarta: Bintang Pustaka Abadi
Umar Sulaiman, Nur Ardianti & Selviana. (2019). Tingkat Pencapaian Aspek Perkembangan Anak Usia 5-6 Tahun Berdasarkan Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini. NANAEKE Indonesian Journal of Early Childhood Education. Volume 2, Nomor 1, Juni 2019





